Wawasan Majene – Laju inflasi di Majene pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,43 persen. Kenaikan ini dipicu terutama oleh lonjakan harga sejumlah komoditas bahan makanan serta penyesuaian tarif listrik yang berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
Data inflasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dibandingkan bulan sebelumnya. Meski tergolong moderat, kenaikan ini tetap menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan erat dengan daya beli masyarakat.
Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Utama
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi Februari. Sejumlah komoditas seperti beras, cabai, bawang, serta bahan pokok lainnya mengalami kenaikan harga akibat faktor distribusi dan pasokan.
Kondisi cuaca serta meningkatnya permintaan di awal tahun turut memengaruhi stabilitas harga di pasar tradisional. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau pergerakan harga guna mencegah lonjakan yang lebih tinggi.

Baca juga: Plt Kadinkes Majene Lakukan Monev di Pamboang
Penyesuaian Tarif Listrik Turut Dorong Inflasi
Selain bahan makanan, komponen perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga menyumbang inflasi. Penyesuaian tarif listrik pada kelompok pelanggan tertentu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan indeks harga bulan ini.
Kenaikan biaya listrik berdampak tidak hanya pada rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil yang bergantung pada energi listrik untuk operasional sehari-hari.
Upaya Pengendalian Inflasi Daerah
Pemerintah Kabupaten Majene bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui berbagai langkah strategis. Di antaranya adalah operasi pasar, pemantauan stok dan distribusi bahan pokok, serta koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha.
Langkah ini dilakukan agar inflasi tetap terkendali dan tidak menekan daya beli masyarakat, terutama menjelang momen-momen peningkatan konsumsi.
Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
Meski inflasi Februari tercatat 0,43 persen, pemerintah daerah optimistis kondisi ekonomi tetap stabil. Dengan pengawasan yang intensif dan koordinasi lintas sektor, diharapkan laju inflasi di Majene dapat terjaga pada level yang aman dalam beberapa bulan ke depan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak serta memanfaatkan program stabilisasi harga yang disediakan pemerintah.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi di Majene diharapkan tetap terjaga sepanjang 2026.





